Budaya Baca KSEI IsEF: Membangun Literasi Ekonomi dan Kesadaran Isu Strategis Nasional

Departemen Scientific Center KSEI IsEF telah menyelenggarakan kegiatan Budaya Baca sebanyak tiga kali pelaksanaan sebagai agenda rutin yang bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi, diskusi, serta meningkatkan pemahaman kader terhadap isu-isu ekonomi kontemporer, baik nasional maupun berbasis nilai-nilai ekonomi syariah.

Budaya Baca #1 dilaksanakan pada 16 Oktober 2025 dengan mengangkat tema “Mengulik Kondisi Keuangan Indonesia Saat Ini.” Kegiatan ini membahas kondisi perekonomian Indonesia terkini yang masih mengalami pertumbuhan namun menghadapi berbagai tantangan, seperti melemahnya daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi. Melalui diskusi kelompok, peserta diajak untuk memahami permasalahan ekonomi yang sedang terjadi, diskusi juga menyoroti dampak perlambatan ekonomi terhadap publik serta kebijakan pemerintah dalam merespons kondisi tersebut melalui stimulus fiskal, stabilisasi harga, dan pengelolaan utang secara hati-hati.

Budaya Baca #2 dilaksanakan pada 19 November 2025 dengan tema “Redenominasi Rupiah sebagai Upaya Penyederhanaan Sistem Keuangan Nasional.” Pada kegiatan ini, peserta mengkaji konsep redenominasi rupiah sebagai kebijakan moneter yang bertujuan menyederhanakan nilai nominal mata uang tanpa mengubah daya beli masyarakat. Diskusi menyoroti berbagai manfaat redenominasi, seperti efisiensi sistem keuangan, penguatan kredibilitas mata uang rupiah, serta penghematan biaya pencetakan uang. Di sisi lain, peserta juga membahas risiko dan tantangan yang mungkin timbul, seperti potensi inflasi akibat pembulatan harga, tingginya biaya implementasi sistem perbankan, serta pentingnya literasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar kebijakan ini tidak disalahartikan sebagai sanering.

Dokumentasi diskusi saat Budaya Baca

Budaya Baca #3 dilaksanakan pada 15 Desember 2025 dengan tema “Ekonomi Syariah sebagai Strategi Pembangunan Nasional yang Inklusif.” Kegiatan ini membahas peran ekonomi syariah sebagai pendekatan pembangunan yang menekankan prinsip keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan. Peserta mengkaji potensi besar ekonomi syariah di Indonesia, mulai dari penguatan industri halal, perbankan syariah, hingga optimalisasi instrumen sosial seperti zakat dan wakaf untuk pemberdayaan masyarakat. Diskusi juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi, seperti rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan skala industri, serta kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami aspek syariah dan teknologi secara sekaligus.

Seluruh kegiatan Budaya Baca dilaksanakan melalui diskusi kelompok yang mendorong peserta untuk menyampaikan pendapat, bertukar ide, dan saling menanggapi secara positif dan saling melengkapi.

Sebagai bentuk apresiasi, pada akhir sesi diskusi diberikan penghargaan kepada peserta teraktif, yaitu Muhammad Arifullah (Staff Departemen Public Relation) dan Athiya Tsanita Ambami (Staff Departemen Ekspansi Keilmuan), atas keaktifan dan kontribusi selama kegiatan berlangsung.

Melalui rangkaian kegiatan Budaya Baca ini, diharapkan kader KSEI IsEF dapat meningkatkan kemampuan literasi, daya analisis, serta kepekaan terhadap isu-isu ekonomi yang berkembang, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen literasi dan perubahan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional dan pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest Comments

No comments to show.